uploaded.to

Halal Guide

Label

Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 November 2010

Parkir Pas Posisi...Alangkah Indahnya...

Masih ingat foto-foto dalam artikel “Parkir mobilku sudah pas atau belum ya?“?
Bagaimana dengan foto-foto di bawah ini?



Parkir sesuai kolom yang disediakan? Harus dibiasakan.
Semoga bermanfaat.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Parkir mobilku sudah pas atau belum ya?

Monggo...... silakan dicermati foto-foto di bawah ini....
Semoga bisa menjadi masukan untuk kita semua...





Gardan kijangku kok ngompol?

Toyota kijang (toki), si mobil sejuta umat, termasuk dalam golongan mobil yang handal dan tahan banting, untuk kelas mobil angkutan.
Sejarah panjang toki ini dimulai dari kijang generasi 1 (1977-1980),  kijang super, kijang kapsul, sampai dengan innova. Mesin kijang generasi 1 sampai dengan kijang kapsul menggunakan seri K (3K s/d 7K, termasuk 7K-E alias kijang kapsul injeksi), dan mesin 2L pada kijang kapsul diesel; dan 1TR-FE & D4D untuk innova.
Dari generasi ke generasi tersebut, kijang tetap mempertahankan model penggerak roda belakang, masyarakat sering menyebutnya sebagai gardan belakang. Pada kijang yang sudah berumur, sering ditemui tetesan oli di lantai yang muncul dari  gardan ini, alias ngompol.

Penyebab Gardan "Ngompol"
Apakah penyebab ngompolnya si gardan ini?
Salah satu penyebabnya adalah kebocoran seal, seperti yang terjadi pada kijang 1992 ini.


rembesan oli gardan

Kebocoran ini bisa ditandai dari basah oli di titik tersebut, atau juga tetesan oli gardan di lantai jika toki ini diparkir.

Sedangkan bentuk sealnya adalah seperti ini.


sil gardan kijang

Bagian tengah dari seal inilah yang aus, sehingga oli gardan bisa meler keluar.

Proses Penggantian Seal
Kali ini, proses penggantian dilakukan di bengkel Hasta , Lenteng Agung, Jakarta.
Proses diawali dengan melepas propeller dari gardan, dan melepas joint ke arah propeller, sehingga kondisi gardan seperti gambar di bawah ini.


Posisi sil gardan

Sil gardan ini diganti dengan yang baru. Harga sil baru ini tergantung dari jenis barang yang digunakan (ori, KW1, dll). Harga sil baru kurang lebih 90ribu (ori, info dari toko di Atrium Senen, Jakarta).

Setelah sil ini diganti, gardan dirangkai sampai tersambung kembali seperti semula. Jangan lupa melakukan penambahan oli gardan dan melakukan cek terhadap kebocoran.

Berapa lama pengerjaannya?
Lama pengerjaan penggantian sil ini sekitar 1-2 jam. Biaya jasa pengerjaan, bisa ditanyakan ke masing masing bengkel yang melakukan penggantian.

Special thanks to bengkel Hasta & crew atas bantuannya....

Semoga bermanfaat.

Jumat, 01 Oktober 2010

Starletku kepanasan gara-gara thermostat dilepas (2)

Masih ingat pertanyaan mengenai thermostat pada mesin 2E Starlet 1300cc pada artikel terdahulu?

Pertanyaannya: bagaimana mekanisme aliran air pendingin di mesin 2E sehingga jika thermostat di mesin 2E dilepas bisa mengakibatkan suhu tinggi tidak mau turun? Bukankah menurut beberapa mekanik, melepas thermostat akan membuat mesin adem?

Kondisi yang terjadi pada artikel lalu adalah saat suhu tinggi, lambat turun; saat digeber di tol, suhu malah naik, padahal radiator bersih, fan radiator berputar kencang (baru ganti).

Sirkulasi Air Pendingin di dalam mesin
Pertanyaan di atas akan terjawab setelah melihat sirkulasi air pendingin yang melewati thermostat pada mesin 2E starlet ini.

Keterangan:
  • A: saluran masuk air dingin (dari pipa bawah radiator)
  • B: thermostat
  • C: saluran ke arah waterpump (penghubung berupa selang karet, kemudian ketemu dengan pipa ke arah waterpump)
  • D: saluran bypass, tertutup katup H pada thermostat jika suhu panas. Saat suhu dingin, air akan bersirkulasi ke arah mesin (tidak ke radiator) melalui lubang ini.
  • E: saluran buntu (ditutup karet)
  • F: soket thermoswitch FAN
  • G: saluran air panas ke arah radiator (ke pipa atas radiator)

Dalam kondisi normal, thermostat yang terpasang akan membuka penuh jika tercapai suhu tertentu, misal 82 Celcius. Sirkulasi air ketika mobil mulai dinyalakan dalam kondisi mesin dingin sampai dengan mencapai suhu kerja adalah sebagai berikut:
  • saluran A tertutup oleh thermostat, lubang D terbuka.
  • arah sirkulasi air adalah D-C-waterpump-mesin-D
  • dengan kondisi ini, air tidak mengalami pendinginan suhu oleh radiator, sehingga suhu air akan cepat naik
  • ketika suhu tertentu tercapai, thermostat akan membuka penuh pada lubang A, dan bagian H akan menutup lubang D
  • dengan kondisi A terbuka penuh dan D tertutup, sirkulasi air akan dipaksa berubah menjadi G- radiator (proses pendinginan)-A-thermostat-C-waterpump-mesin-G; sehingga air dipaksa melalui radiator dan semua air pendingin mengalami pendinginan di radiator.


Apa yang terjadi jika thermostat dilepas?
Mari kita simak gambar di atas. Dalam kondisi thermostat dilepas, lubang A akan selalu terbuka, dan lubang D akan selalu terbuka. Dengan kondisi ini, sebagian air akan berputar ke mesin melalui lubang bypass (lubang D) dan sebagian akan melewati radiator (lubang A).
Ketika kondisi mesin dingin, suhu air pendingin akan lambat naik karena sebagian air pendingin didinginkan oleh radiator. Akibatnya suhu mesin lambat mencapai suhu ideal.
Ketika suhu air pendingin panas, tidak semua air pendingin melalui radiator sehingga tidak semua air didinginkan (sebagian lolos lagi ke mesin karena lubang bypass tidak ditutup). Akibatnya pendinginan air tidak maksimal.

Itulah jawaban problem suhu starlet kesayanganku..........




Apakah suhu mesin hanya dipengaruhi oleh thermostat?
Tidak.  Banyak komponen lain yang berperan dalam menjaga stabilitas suhu mesin. Misal, fan radiator beserta thermoswitch nya, kondisi radiator, waterpump, sampai dengan tutup radiator juga berperan dalam menjaga stabilitas suhu mesin. Semua harus dijaga kondisinya dan dipastikan berfungsi sebagaimana mestinya.

Copot thermostat agar suhu dingin? Nggak deehh......... kecuali kita tahu betul kebutuhan dan apa yang harus dilakukan agar sirkulasi air bisa maksimal ke radiator.

Semoga bermanfaat.


Catatan:
  • jika thermostat memang akan dicabut, lubang bypass harus ditutup agar semua air pendingin masuk ke radiator, sehingga pendinginan maksimal.

Artikel ini juga diterbitkan di http://mazwiku.blogspot.com

Kopi tubruk di Fuelpump APV ku

Sekitar bulan Mei-Juli 2010, ramai diberitakan banyaknya fuelpump mobil-mobil di Jakarta & sekitarnya yang mengalami kerusakan.

Bagi yang awam dengan istilah fuelpump (FP), berikut adalah sedikit penjelasannya. Mahluk bernama FP ini, dikenal juga sebagai pompa bahan bakar di dalam kendaraan. Tugasnya memompa bahan bakar dari tanki BBM ke mesin.

Naaah... kalau FP ini mati, berarti, bbm tidak terpompa ke mesin. Akibatnya? Jelas dong... mesin pun tidak bisa hidup.
Infonya, yang banyak kena kasus adalah yang berbahan bakar premium ( www.detik.com ).

Berbekal informasi tersebut, terbuka ingatan, bahwa suzuki APV Arena yang ada di garasi, sangat sering mengkonsumsi BBM premium tersebut. Mobil ini telah mencapai jarak tempuh 34rb km, mayoritas BBM menggunakan premium.

Akhirnya diputuskan untuk menguras tangki bensin dan membersihkan FP beserta filternya. Pengerjaan kuras tangki ini dilakukan di bengkel resmi langganan, di daerah Tajur, Bogor.

Pekerjaan dimulai dengan mengeluarkan BBM dari tangki, dipindah ke wadah lain (jerigen).
Setelah tangki dirasa cukup kosong, tangki tersebut diturunkan dengan melepas beberapa baut pengikat, selang-selang, dan kabel-kabel yang terhubung; kemudian tangki diletakkan di lantai utk dilepas FP nya.
Setelah FP dilepas, iseng-iseng melongok ke dalam tangki BBM, ternyata tidak ditemukan lumpur ataupun endapan yang berarti.

Pengamatan beralih ke FP. Sebelum dibersihkan, FP yang tersusun dari beberapa bagian body ini "dipreteli" sehingga terurai, termasuk filter "teh celup" dan motornya.

Pada FP ini, terdapat dua area yang rawan mampet alias tempat endapan kotoran bersarang, di filter yang berbentuk seperti teh celup, dan di strainer pada body FP.

Gambar di atas adalah filter "teh celup" pada mobil APV yang dibongkar, di dalamnya terdapat endapan hitam. Endapan ini bisa membuat filter ini mampet.

Dari manakah sumbernya? Tak tahulah... yang jelas kotoran ini harus dibersihkan.

Dari filter "teh celup" ini, pembersihan beralih ke saringan yang ada di body FP (strainer). Proses yang dilakukan adalah dengan mengetuk-ketuk pelan body FP ini, kemudian disemprot dengan bahan pembersih, sehingga kotoran terbilas keluar. Proses ini diulang berkali-kali sampai semua kotoran terbuang. Daaannnn..... inilah hasil pengurasan kotoran tersebut......

Kotoran berwarna hitam bercampur bahan pembersih dan bensin yang digunakan untuk membilas, mengalir keluar, seperti kopi tubruk.

Hmmm... ternyata, endapan di tangki sedikit, tapi endapan di FP sangat pekat...
Pembilasan ini dilakukan berulang kali sampai hasil pembilasannya jernih, pertanda kotoran sudah terangkat semua.

Pembersihan juga dilakukan di body FP beserta saluran di dalamnya.

Setelah pembersihan selesai, FP dirakit kembali dan dipasang pada tempatnya. Pemasangan ini harus dilakukan dengan cermat agar tidak terjadi kebocoran pada tangki. Setelah FP terpasang dengan baik, tangki BBM dipasang kembali pada posisinya.

Dan proses pembersihan pun selesai....

Hal yang perlu diingat adalah memastikan bahwa pelampung pada FP juga berfungsi.
Caranya:
  • saat tangki bensin sudah terpasang, semua selang & kabel telah terpasang tetapi BBM belum dituang ke tangki, putar kunci kontak ke posisi ACC, jarum penunjuk BBM di dashboard seharusnya pada posisi E (Empty/kosong)
  • setelah BBM dituang ke tangki, jarum penunjuk bergerak naik, sesuai jumlah BBM yg dituang.
Proses pengerjaan kuras tangki BBM ini memakan waktu sekitar 2 jam (untuk mobil APV ini). Ongkos jasa pembersihan pada pengerjaan ini adalah Rp. 110ribu, di luar bahan pembersih. Kondisi yang berbeda mungkin terjadi jika proses penurunan tangki BBM lebih rumit, pada waktu berbeda, dan/atau lokasi bengkel yang berbeda.

Pertanyaan yang timbul: misalkan FP ini tidak dibersihkan, apakah akan mengakibatkan FP rusak? Tak tahulah, yang jelas, menurut info bengkel ini, kalau FP rusak, harganya di atas 1 juta.....  dan yang jelas lagi, menurut salah satu staff bengkel ini, bengkel ini dalam bulan Mei-Juli 2010, menerima cukup banyak mobil yang FP nya mati.

Semoga bermanfaat.....


Catatan penting:
  • kuras tangki ini melibatkan bahan yang sangat mudah terbakar. Oleh karena itu, proses ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan jauh dari segala sesuatu yang dapat memicu timbulnya api (korek, rokok, percikan api, dll)
  • body fuelpump ini terbuat dari plastik, dengan beberapa pengait. Proses melepas pasang harus dilakukan dengan hati-hati agar plastik-plastik tersebut tidak rusak.
artikel ini juga diterbitkan di http://mazwiku.wordpress.com

Starletku kepanasan gara-gara thermostat dilepas (1)

Judul di atas,  sepertinya berlawanan dengan salah satu pendapat yang mengatakan,"kalau mesin panas, lepas saja thermostatnya".
Nah...... mana yang benar?

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya dipahami mengenai suhu kerja mesin yang ideal. Ada artikel bagus dari website www.saft7.com mengenai suhu ideal mesin.
Intinya: penunjukan suhu yang dingin bukan berarti mesin bekerja pada kondisi terbaik. Mesin bekerja terbaik pada suhu idealnya.

Kembali pada starlet kesayangan saya, starlet kotak, 1.3SE tahun 1988. Starlet ini menggunakan tipe mesin 2E. Tipe mesin ini juga digunakan pada mobil Corolla SE Saloon (sekitar tahun 1985-1988), dan juga jenis great corolla yang 1300cc (mobil ini jarang sekali populasinya, yang banyak adalah Great Corolla dengan mesin 4A-FE).

Tahun 2000-2005, starlet kesayanganku ini setia menemani rute Cibinong-Jakarta via tol Jagorawi.

Sekitar tahun 2000-2002 (lupa persisnya tahun berapa), ada masalah suhu mesin yang saya alami.
Kondisi saat itu,  saat mesin dingin (pagi), mobil dalam keadaan idle, temperatur penunjuk suhu males naik, alias di bawah terus. Saat dibawa jalan pelan di pagi hari, jalan lancar, AC=ON, suhu hanya menunjuk di ¼. Kondisi ketika digunakan siang hari dan suhu luar tidak panas  AC=ON, temperatur mulai mendekat ke ½.
Penunjukan akan berubah drastis ketika siang hari panas, macet, AC=ON, penunjukan suhu merambat dari ½  sampai hampir ¾ , dan lambat turunnya ke ½. Padahal, saat suhu tinggi tersebut, putaran kipas radiator kencang (motor fan baru), dan extra fan AC juga berputar kencang. Sektor pengapian (timing pengapian, busi, platina) juga sudah dipastikan sesuai standar.
Kondisi suhu panas tersebut juga ditemui ketika mobil dibawa jalan kenceng di tol, RPM 3000- ke atas, kadang kadang sampai 4500-5000rpm. Terlihat kenaikan suhu dari ½ naik hampir ke ¾ , dan suhu tidak mau turun.

Dugaan pertama yang muncul adalah radiator mulai mampat. Akhirnya mobil dibawa ke tukang servis radiator. Ketika servis tersebut, ditemukan pula bahwa thermostat ternyata tidak terpasang dan housing radiator sudah tipis karena keropos.

Setelah servis radiator, mobil dipakai beroperasi harian seperti biasa. Tetapi, ternyata kejadian seperti sebelum servis radiator, yaitu suhu mesin panas, tetap muncul. Air radiator tidak berkurang, berarti tidak ada kebocoran....

Teringat dengan kondisi thermostat yang sudah dilepas dan housing thermostat yang keropos, daripada bocor beneran, akhirnya ditebuslah housing thermostat, beserta thermostatnya.


Pengerjaan penggantian dilakukan di Padepokan Corolla (saat itu masih aktif padepokannya), oleh Kang Arul & crew... Terima kasih, Kang Arul & crew, atas bantuan dan pinjaman gambarnya.

Setelah dilakukan penggantian housing thermostat dan pemasangan thermostat, ternyata masalah temperatur mesin yang sebelumnya mengganggu, langsung terselesaikan. Saat pagi start, suhu mesin bergerak menuju ½ kurang sedikit dalam waktu singkat, dan stabil pada suhu tersebut. Ketika dibawa jalan siang hari, dengan AC=ON, dan suhu luar panas, suhu relatif tetap di kisaran ½. Digeber di tol, sampai kisaran 5000rpm, suhu juga tetap anteng.....

Kesimpulan akhir, thermostat yang tidak terpasang ternyata malah membawa petaka, yaitu suhu yang tidak stabil, bahkan bisa membuat mobil kepanasan pada starlet 1300cc.

Pertanyaan: bagaimana mekanisme aliran air pendingin di mesin 2E  sehingga jika thermostat di mesin 2E dilepas bisa mengakibatkan suhu tinggi tidak mau turun? Bukankah menurut beberapa mekanik, melepas thermostat akan membuat mesin adem?

Silakan ikuti artikel berikutnya...........

Semoga bermanfaat...

artikel ini jugah diterbitkan di http://mazwiku.wordpress.com